Baru-baru
ini belajar daring menelan korban. Saking sulitnya belajar daring, membuat
salah satu orang tua membunuh dan menguburkan buah hatinya. Apakah
beban orang tua begitu berat saat belajar daring?
Nah, ada 7 tips mendampingi anak belajar di rumah dari sahabat saya Masruhin. Selain itu, saya disini ingin sharing, 9
cara yang bisa dilakukan orang tua agar belajar daring optimal. Supaya dapat meminimalisir masalah-masalah yang muncul dan tujuan belajar tetap tercapai.
Temukan motivasi kenapa anak harus ikut
belajar daring
Sebagai
orang tua sangat baik jika memastikan anak-anak ikut belajar daring. Namun,
tidak dengan cara memaksa. Dengan cara menakutkan. Dengan cara berdebat dan
bertengkar terlebih dahulu. Sebaiknya, orang tua temukan motivasi kenapa anak
harus ikut belajar. Fokus pada proses belajarnya sehingga menjadikan waktu
belajar sebagai pengalaman berharga si anak.
Jika anak tidak
tidak termotivasi untuk belajar. Pasti ada penyebabnya. Menemukan masalah
akan membantu orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar
daring.
Ada beberapa alasan
kurangnya motivasi belajar tatap maya atau daring:
- Tidak ada
role yang jelas ketika belajar di rumah atau terlalu memberi kelonggaran kepada
anak. Nah, sebagai orang tua menegakkan role yang konsisten sangat dianjurkan. Serta tidak memberikan kelonggaran pada anak pada aturan yang telah disepakati.
- Tidak ada
pesaing dalam belajar daring. Orang tua bisa mengajak anak tetangga yang dekat rumah untuk belajar bersama. Pesaing diperlukan agar memompa semangat anak. Misalnya untuk anak SD, ketika melihat temannya selesai menulis, teman yang lainpun akan segera menyelesaikan.
- Tugas daring
yang terlalu banyak atau malah tidak cukup menantang. Bicarakan kepada guru jika tugas dianggap terlalu banyak atau malah sebaliknya berkesan tidak menantang. Sebenarnya untuk anak usia SD telah diberikan standar soal yaitu tidak lebih dari lima soal.
- Tidak ada feedback
dari guru. Feedback dari guru sangat berharga bagi motivasi anak. Bicarakanlah dengan guru jika selama belajar daring tidak dinilai, tidak ada feedback sebab itu adalah hak anak.
- Rasa jenuh
dan bosan. Mengurangi rasa jenuh, orang tua dapat menyelingi waktu belajar dengan gerak fisik anak. Baik gerak untuk melatih kemadiriannya atau lifeskill atau berolahraga.
Memberikan Waktu
Belajar yang fleksible
Memberikan waktu
belajar yang fleksible dan menyediakan semua yang dia butuhkan
untuk menyelesaikan belajar daring. Misalnya, tempat yang tenang. Berikan ruangan
yang tenang dan bebas gangguan untuk anak belajar.
Sediakan
cemilan atau makanan dan minuman. Anak akan
semangat jika tidak merasa lapar. Sebab pekerjaan apapun tidak akan fokus jika
lapar bukan? Beri anak camilan ringan sebelum sesi belajar dan banyak
air untuk memastikan dia dapat tetap bisa fokus.
Buat kesepakatan
bersama
Sebelum
belajar daring dimulai buatlah kesepakatan bersama, apa-apa saja yang harus
dilakukan anak. Duduk bersama anak membicarakan
tujuan belajar secara menyenangkan. Bantulah anak agar tetap pada aturan yang
telah disepakati dengan mengingatkan secara baik. Bukan dengan mengancam.
Melaporkan ke ibu guru atau malah memberi ultimatum tertentu. Yang perlu anak
pahami adalah belajar ini bukan mencari nilai tertentu tapi membangun
pengalaman belajar anak. Dan tetap belajar daring secara optimal adalah
ungkapan rasa syukur, rasa legowo dengan kondisi yang ada sekarang ini.
Berikan
Reward
Memberikan reward atau penghargaan sangat penting bagi anak. Dengan reward kerja kerasnya merasa dihargai. Bisa berupa pujian atau hadiah. Hadiahnya bisa sesederhana menonton TV setelah belajar daring. Menonton chanel anak di youtube sebentar setelah menyelesaikan tugas daring.
Hindarkan anak dari tekanan
Jika anak tidak mood atau terlihat stress. jangan dipaksakan. Ajaklah berbicara. Bantu anak menghilangkan stres dengan
meluangkan waktu bersamanya dan membuka percakapan untuk curhatannya.
Pastikan anak
memiliki cukup waktu setiap malam untuk menghilangkan stres. Diskusikan
aktivitas yang harus dilakukan selama istirahat belajar atau setelah pekerjaan
rumah selesai yang dapat membantu menurunkan stres, seperti: bermain, Mendengarkan
musik dan menggambar dengan bermain warna.
Fokus pada pengalaman belajar daripada
nilai
Daripada
berfokus terutama pada nilai, rayakan pencapaian yang terkait dengan
pembelajaran — baik besar maupun kecil.
Ini mungkin
terjadi ketika anak Anda berhasil memecahkan masalah matematika yang rumit,
atau ketika dia selesai menulis draf pertama esai. Saat mengalihkan fokus ke
belajar, anak Anda dapat menemukan lebih banyak kesenangan dalam menyelesaikan
pekerjaan, membantu meningkatkan motivasi.
Mencoba banyak
strategi belajar di rumah
Tidak ada
solusi 'satu ukuran untuk semua' untuk belajar — setiap siswa memiliki cara
belajar yang sedikit berbeda. Jika anak Anda belajar dengan metode yang tidak
sesuai dengan gaya belajarnya, dia mungkin akan frustasi karena memahami materi
menjadi jauh lebih sulit. Cobalah berbagai teknik belajar untuk melihat mana
yang terbaik untuk anak Anda.
Beri waktu
istirahat untuk anak belajar daring
Meskipun
tergoda untuk mencoba dan menyelesaikan semua pekerjaan rumah sekaligus, otak
bisa kehilangan fokus tanpa istirahat (terutama untuk siswa yang lebih muda).
Membagi waktu belajar menjadi beberapa bagian yang dapat diatur penting untuk
menjaga pikiran anak Anda tetap segar dan terlibat. Dorong anak Anda untuk
mengambil istirahat belajar yang tepat selama sesi belajar.
Ingatlah tip
berikut untuk istirahat belajar yang produktif:
Gunakan timer
untuk mengingatkan anak Anda saat waktunya istirahat
Beristirahatlah
setelah sekitar 30 menit bekerja
Jaga waktu
istirahat antara 5-10 menit
Ijinkan anak
bermain
Energi yang
terpendam menyebabkan frustrasi dan membuat belajar menjadi lebih sulit. Bermain atau
gerak fisik teratur meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan dan
mengurangi stres, membuat pekerjaan rumah lebih mudah diselesaikan.
Pastikan anak
Anda mendapatkan banyak aktivitas fisik setiap hari sebelum belajar. Bahkan
berjalan-jalan cepat di sekitar blok selama istirahat belajar adalah cara yang
bagus untuk memungkinkan anak Anda mengalirkan darah ke otak dan membantu
menghindari frustrasi dan kelelahan.
Sumber : https://www.oxfordlearning.com/age-groups/elementary-school/

No comments
Post a Comment