Home Blogging

 

literasi digital

Literasi digital
adalah kecakapan dalam menggunakan media digital secara cerdas. Ini seperti
life skill yang harus dimiliki seluruh bagian masyarakat. Mengingat Indonesia sebagai
pengguna internet terbesar yaitu sebanyak 197 juta jiwa pada tahun 2020.


Literasi Digital



Literasi Digitalpun
disosialisasikan di masyarakat dari tingkat sekolah sampai rumah tangga. Ini
tidak lain karena deras perkembangan dunia digital membawa dampak negatif dan
positif. Seperti dua sisi mata uang membawa tantangan serta peluang.



Dampak Negatif



Tatap maya yang
dilakukan selama pandemic memberi sumbangan pemakaian internet yang besar. Jumlah
waktu yang harus di rumah saja, membuat anak anak bosan dan bermain ponsel.
Belum lagi, anak anak yang ditinggalkan saja dengan ponselnya di rumah,
sementara orang tua bekerja. Tidak dipungkiri mereka bisa akses internet berbau
pornografi bukan? Menghawatirkan.



Selain itu, anak anak
menjadi sibuk dengan dunia ponselnya, mengacuhkan ayah, ibu serta teman. Ini juga
terjadi dengan orang dewasa, dimana orang orang lebih sering kelihatan menunduk, fokus
pada ponsel dari pada menyapa orang sekeliling.



Benda pipih itu juga
menyihir pemakainya untuk mengalihkan perhatian pada buku. Menurunkan minat
baca yang sebenarnya memang masih rendah. Budaya bacapun terjun bebas.



Belum lagi ujaran
kebencian yang mudah sekali terlontar. Bahkan baru baru ini dua perempuan viral
berkelahi gara gara tersinggung dengan status di whatapps-nya. Ada apa? Mengapa?
Saatnya orang orang peduli pada literasi digital. Adanya pengawasan. Meletakkan
ponsel sejenak, evaluasi agar memiliki kompetensi digital.



Dampak Positif



Di sisi lain, perkembangan media digital
memberikan dampak positif. Dilansir dari kemdikbud.go.id banyaknya pemakai internet mendorong meningkatnya
peluang bisnis e-commerce, lahirnya lapangan kerja baru berbasis media digital,
dan pengembangan kemampuan literasi tanpa menegasikan teks berbasis cetak.



Akibatnya, banyak tumbuh usaha usaha baru
kreatif yang menciptakan lapangan pekerjaan baru. Berjualan online, influencer,
content writer, technopreneurs, youtuber, blogger serta banyak yang lainnya.





Peran Blogger Membangun Literasi Digital



Blogger adalah seseorang yang memilih menulis
di blog. Disebut blogger jika konsisten terus menulis dan merawat blognya. Lalu
apa perannya dalam membangun literasi digital? Sedikitnya ada empat peran yang
dapat dilakukan seorang blogger yaitu:





Ikut serta dalam
sosialisasi literasi digital



Blogger memiliki kesempatan yang sangat besar
untuk ikut serta dalam mensosialisasikan literasi digital ke semua lapisan
masyarakat sebagai pengguna internet. Ia bisa memberikan informasi bagaimana memanfaatkan internet dengan baik.

Baru baru ini saya menulis tentang
sosialisasi literasi dan numerasi SD. Tanggapan teman teman dan sekolah sangat
baik. Anak anak dan orang tua jadi tahu modul yang memperkenalkan literasi
sejak dini. Kegiatan ini sekaligus membantu Kemendikbud untuk sosialisasi literasi dan numerasi SD.



Selain itu konten konten mengenai literasi
digital yang ditulis lalu dishare akan membuat masyarakat melek literasi.





Menumbuhkan minat
baca masyarakat



Internet sendiri bagi seorang blogger dapat
melatih kemampuan berliterasi. Tidak menutup kemungkinan kemampuan menulisnya
secara digital bisa menuju teks berbasis cetak. Dengan tema tertentu yang telah
terkumpul lalu dicetak.





Menjadi Literat
Digital



Literat adalah seseoarng yang tahu betul
tentang literasi atau dalam kata lain melek bahasa. Blogger adalah literat
digital, biasanya sering melakukan literasi kan? Nah, menurut Gemaulani setidaknya seorang blogger
sudah harus paham tentang ilmu mahir menulis dan editing blogpost. Dalam kesempatan pengembangan
kemampuan blogger yang diadakan oleh Growthing, ia menuliskan mahir menulis diawali dengan:



  • Menentukan jenis tulisan yang akan ditulis.
    Apakah deskripsi, narasi atau story telling.


  • Membuat Outline, agar tidak bingung
    tentang apa yang akan ditulis.


  • Maksimalkan Jumlah Kalimat dalam 1
    Paragraf yaitu minimal 4 kalimat, atau tidak lebih dari lima baris.


  • Memperhatikan Penulisan Huruf Kapital


  • Teliti dalam menulis Partikel, Kata
    Ganti, Kata Depan, Kata Turunan


  • Menggunakan Kata Hubung dengan tepat,
    biasanya untuk, yang, ke, di, dari, dan, namun, tetapi, sehingga, melainkan,
    serta sejenis lainnya ditulis menggunakan huruf kecil saat diletakkan pada
    judul maupun sub judul.


  • Hati hati dalam Penulisan Singkatan, seharusnya
    kepanjangannya dulu baru singkatannya yang berada di dalam kurung.


  • Melakukan Editing, sebaiknya diamkan
    sehari atau dua hari baca kembali pastinya akan menemukan celah.


Penulis Konten
positif



Menjadi blogger yang menulis konten positif
adalah pilihan. Konten tersebut akan bersaing dengan banyak konten yang berbau
vulgar, kekerasan, dan hoaks. Selain berperan dalam membangun literasi digital.
Hal ini juga menjadi lading pahala bagi seorang blogger.





Mengapa membangun literasi digital?



Literasi digital adalah hal yang sangat
penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan ini. Tentu s
ama pentingnya dengan
membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. Agar
setiap orang punya tanggung jawab terhadap penggunaan teknologi. Semua orang
aware terhadap dampak negative. Memberikan proteksi terhadap diri sendiri,
keluarga dan orang lain.





Sehingga, konten konten
berbau berita hoaks, ujaran kebencian, kekerasan dan kebohongan dapat ditangkal
dengan kemampuan literasi digital tersebut. Tahu kapan dan bagaimana
menggunakan teknologi sesuai tujuan yang baik.



Hasilnya, Literasi
digital akan membangun kehidupan masyarakat dengan
mindset yang baik, lebih kreatif dan yang
bisa mengambil peluang dari derasnya arus internet. Bukan malah mudah termakan
hoaks, mudah tersulut emosi, mudah dihasud, dan mudah ditipu. Sehingga
kehidupan masyarakat aman dan damai.





Kesimpulan



Literasi digital
sangatlah penting untuk seluruh lapisan masyarakat. Membangun budaya literasi
digital adalah tanggung jawab bersama. Begitu juga dengan seorang blogger,
mempunyai sedikitnya empat peran dalam membangun literasi digital. Jika semua
masyarakat ikut berperan maka literasi digital akan berhasil.  Keberhasilan ini adalah prestasi bersama dalam
dunia pendidikan dan kebudayaan. Kamu blogger, apa peranmu? Sharing yuk di
kolom komentar.



 



Baca juga :

No comments

Post a Comment

to Top