Home Kesehatan

Berkeringat mengganggu aktivitas

Keringat adalah sisa hasil metabolisme yang dikeluarkan kulit. Proses yang
normal, bahkan memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Diantaranya
adalah dapat membuang racun dalam tubuh, menjaga suhu agar tetap stabil, sehat
untuk kulit, memperlancar sirkulasi darah, memunculkan hormon bahagia, dan
dapat menurunkan berat badan.



Ketika kulit
mengeluarkan keringat, terdapat zat seperti alkohol, kolestrol dan garam
dikeluarkan dari dalam tubuh. Jika keringat yang keluar banyak, otomatis racun
yang larut dalam keringat juga banyak terbuang. Setelah itu, badan terasa segar
serta bertambah fit.



Dibalik manfaatnya
yang super banyak, berkeringat juga dirasa mengganggu aktivitas. Apalagi disertai
bau yang kurang sedap. Supaya tidak merusak penampilan, cobain tips berikut ini
yuk!



Kenali Penyebab Keringat Bau



Mengenali penyebab buliran
yang keluar jadi berbau kurang sedap, dapat membantu melakukan tindakan yang
tepat untuk mengatasinya. Biasanya bau tersebut muncul karena jumlah keringat
yang terlalu banyak. Penyebabnya adalah bakteri. Bakteri berbaur dengan
keringat yang berlebih lalu mengubahnya menjadi asam.



Dilansir dari halodoc,
bakteri tersebut adalah anaerobik, yang tumbuh dan berkembang melaui keringat
sebagai medianya. Jadi bau yang tidak sedap adalah hasil bakteri dalam
memecahkan protein keratin. Nah, kalau begini kamu bisa sering mandi ya agar,
bakteri tidak berkembang biak di kulit.



Selain itu ada
penyebab keringat bau, seperti:



Faktor kegemukan



Memiliki berat badan
yang berlebih bisa menjadi sebab memiliki bau badan. Kenapa? Biasanya orang
yang gemuk memiliki banyak lipatan, sehingga memicu bakteri berkembang. Jika begini,
menurunkan berat badan barangkali menjadi solusi.



Makanan dan Minuman



Aroma yang tidak enak saat berkeringat bisa disebabkan oleh makanan dan
minuman yang dikonsumsi.  Hati hati bagi
pencinta makanan bawang merah, bawang putih dan kari. Apalagi suka makan
mentah. Makanan tersebut mengandung zat alisin, zat yang dipercayai penyebab bau
badan.



Hindari juga makanan brokoli, kembang kol, kubis dan kecambah karena
mengandung banyak sulfur dan sulfida. Sebagai biang bau tidak sedap.



Tanda Adanya Penyakit



Sering berkeringat dan mudah gerah menjadi ciri ciri orang yang menderita
diabetes. Kebanyakan penderita mudah mengeluarkan bau asam serta dalam jumlah
yang banyak. Hal ini karena mereka sulit mengontrol gula dalam darah. Sehingga,
tubuh menggerakkan lemak sebagai bahan pengganti glukosa.



Terdapat Gangguan
Metabolisme dalam Tubuh



Berkeringat berlebihan
dan berbau bisa jadi disebabkan oleh gangguan metabolisme dalam tubuh. Jika
tubuhmu tidak mampu memecah hormone trimetilamina pada makanan yang dikonsumsi.
Hormon tersebut akan berusaha keras dikeluarkan melalui keringat, urin dan
nafas. Jadi, wajar jika tubuh berbau.



Inilah 5 tips agar berkeringat tidak mengganggu
aktivitas



Setelah mengetahui
akar masalah penyebab bau tidak sedap saat berkeringat. Kamu bisa meminimalisir
bau yang timbul dengan melakukan tips sebagai berikut:



Gunakan pakaian yang
menyerap keringat



Pakaian yang mudah
menyerap keringat biasanya berbahan katun. Memiliki tekstur yang halus, dingin
dan nyaman dipakai di daerah panas seperti Indonesia. Karena berbahan dari
kapas yang murni.



Pilih pakaian yang
longgar



Pakaian yang ketat
dapat menyebabkan gesekan antara pakaian dan kulit. Memiliki sedikit rongga,
pengap. Sehingga bakteri mudah berkembang dan mengeluarkan bau keringat.



Pilih pakaian berwarna
cerah



Warna hitam atau gelap
dapat memicu rasa gerah dan panas lebih cepat jika dibandingkan warna putih dan
warna cerah. Sehingga, kamu akan mudah berkeringat.



Sering mandi



Menjaga kebersihan
badan sangat dianjurkan agar berkeringat tidak mengganggu penampilan. Mandi
minimal dua kali sehari agar badan terasa segar. Gunakan, sabun yang anti
bakteri agar terjaga dari kuman penyebab bau.



Kurangi makanan dan minuman
yang memicu



Menjaga isi perut dari
makanan dan minuman pemicu bau tidak sedab adalah tips yang dapat dilakukan. Bukan
tidak boleh, hanya saja sebaiknya dikurangi. Agar badan terhindar dari bau
tidak sedap.



Mencukur Bulu Ketiak



Cukurlah bulu ketiak
secara rutin. Minimal 40 hari sekali. Bulu ketiak tidak hanya menjadikan
penampilan kurang menarik. Namun, bisa jadi tempat bersarang bakteri penyebab
keringat bau.



Memakai Deodorant anti
bakteri

Memakai deodorant anti bakteri



Penggunaan deodorant yang
mengandung antiperspirant adalah cara terbaik untuk mengurangi jumlah keringat
yang berlebihan. Sebaiknya, Pilihlah deodorant mengandung antiperspirant dan
anti bakteri yang dirancang khusus untuk melindungi dari bakteri bau dan
keringat berlebih.



Kamu bisa gunakan Rexona, produk ini dirancang untuk
kedua hal tersebut. Terbukti ampuh memberikan perlindungan pada ketiak. Sebagai
sumber utama penyebab bau.



Nah, meskipun
berkeringat tidak akan takut mengganggu aktivitas. Deodorant ini menjaga ketiak
kering sampai 48 jam.



Kesimpulan



Mengingat manfaat
berkeringat sangat banyak bagi kesehatan. Sekarang jangan takut berkeringat. Lakukan
tips di atas agar berkeringat tidak mengganggu aktivitas kamu. Siap ucapkan bye
untuk masalah keringat mulai sekarang ya!



Baca juga :

No comments

Post a Comment

to Top